sepanjang usiaku, aku belum pernah (tidak) menyumpahi kampanye partai xxx ini..

bukan bermaksud menjelek2kan ato menjatuhkan, tapi respek-ku terhadap partai yang satu ini selalu berkurang hari-demi-hari, terutama ketika aku disuguhi pemandangan kampanye arak-arakan mereka. Tepatnya kemarin, ketika aku dengan santai dan penuh kebahagiaan, tidur sampai siang (jam7an), tiba-tiba aku denger suara motor yang gak berguna wang-weng-wang-weng di depan kosku.. Huuaaaa… ’sabarrrr’ begitu kataku pada diriku sendiri, ketika motor katrok itu lewat sekali. Baru saja mimpiku akan aku lanjutkan, saat (aku asumsikan motor yang sama) itu lagi balik dengan wang-weng-annya yang masih sama dan gak ada inovasi. Kutahan diriku dan mencoba bersyukur karena ada yang bangunin..


Tapi setelah berkali2 motor terkutuk itu masih melakukan hal yang sama (sampai sore!!!) aku mulai menangis dalam hati, aku kecewa, terluka dan merana karena jatah tidurku yang nikmat jadi terganggu. Aku mulai marah, dan dengan perasaan teraniaya, aku mengatungkan tangan (berdoa)…. Ya Allah, berikanlah yang terbaik, biarkanlah si pelaku jatuh sedikit ato apa.. biar dia tau rasa, Ya Allah. Ya Allah, hamba-Mu ini bukan bermaksud mengutuk, tapi gimana.. dia itu bego dan gak sopan. Hanya kepada-Mu Ya Allah, aku memohon…


Ya itulah, aku jadi tidak tidur, karena setiap motor itu lewat, aku berguman: JATUH..JATUH…JATUH…

bukan bermaksud mengutuk, tapi dengan cara inilah aku mengungkapkan ketidaksukaan-ku pada ‘kebodohan’mu, dengan menyumpahimu, aku merasa LEGA….

One Response to “maaf, bila kumenyumpahi-mu”

  1. REndy said

    hhahahah,,, qq2..,,,

    walaupun telat ak meh komen…,,

    perasaan yg sama kurasakan jg…,,,
    meh taktulis ng FB ra kesampean wong gek ujian MID yo nek ra salah…,,

    ak sebenere meh mosting “Aku suka ‘MERAH’ Tapi, BUKAN ‘MERAH’ yg ituuuuuu…,,,,,,”

    ak yg menyukai warna merah, BENAR2 kecewa wa wa wa..,,(bergema:red)

    ayo nulis maneh q, takcomment’i..,,

Leave a Reply