hehe.. tuh bener gak ya tulisannya? Solo Youth Heritage??

March 4th, 2009

Yah, itu memang sekatenan yang pertama bagiku, padahal aku sudah tinggal di Solo selama kurang lebih 3tahun (temen-temen selalu ngeyel kalo aku udah di Solo selama 4tahun, huhhh…). Dan belum pernah sekalipun, sampai kemaren, aku menghadiri Sekaten.

Karena bahkan temen-temen Solo sendiri selalu bilang, ahhh… cuma pasar malem kok! jadinya aku gak begitu tertarik untuk datang. Pas ada kesempatan diajak Telkom dan temen2 mahasiswa asing, aku pun ikut (itu saja dengan sedikit dorongan dari Sonny). Aku tidak mengharapkan kami akan bertemu dengan temen SYH, tapi ternyata mereka asyik banget. Walo ada satu-dua yang aku sedikit tidak sreg HAhaha! Biasalah cewek…. Pasti ada sedikit feeling2 negative.

disana kami dikumpulkan dengan anak-anak Solo dari berbagai forum. Ada putra-putri Solo, Duta Batik Laweyan, Paskibra Solo, dll. Dia acara seperti biasa aku selalu menganalisis teman-teman dari berbagai kalangan tersebut. Anak-anak aspkibra masih belum begitu explore karena mungkin merasa mereka paling kecil. Anak-anak SYH sendiri aktif banget and dari yang aku lihat mereka interest banget dengan temen-temen asing hehe!

trus kami digiring (sambil berhujan-hujan) ke tempat sekaten yaitu di Masjid Agung Kauman. Tapi sebelumnya kami ditransit di rumah one of the royal familly, namanya kalo gak salah RA Pebri istri dari Gusti Dipa. Hmmm.. tapi aku gak begitu yakin betul atau tidak. Kami berputar-putar di wilayah sekaten, mendengarkan gamelan (secara tidak langsung) sambil mendengar takmir masjid-nya memberi penjelasan tentang Sekaten dan keislaman. (errr???). Dari yang aku tangkap beliau berkata bahwa Sekaten tidaklah ritual penyembahan pada kelahiran Nabi Muhammad SAW, akan tetapi hanya sebuah perayaan. Sebuah rasa menghormati Nabi dari pihak kesultanan..

Dari asisten beliau, seorang ibu, kami diperdengarkan tembang-tembang yang berisih nasehat dari PB… (tidak tau). Bahwa ketika kita memasuki keraton, jangan hanya keindahan yang kita puja, tapi juga kita diharuskan menggali nilai-nilai pelajaran hidup yang ada yang secara implisit ditanamkan dalam keindahan keraton.

Hmm… kesempatan yang langka… nice to know.

Leave a Reply